Kamis, 9- Maret- 2017
Psikologi pendidikan→ Psikologi terapan→ Psikologi yang mengajarkan bagaimana proses belajar
yang ilmiah dan dilihat dari tingkah laku
Aspek Pendidikan
- Pendidikan Informal
Relatif tidak disadari, kemudian menjadi kecakapan, dan sikap hidup sehari-hari.
Contoh: pendidikan di rumah, tempat ibadah, lapangan permainan, perpustakaan, radio, televisi.
- Pendidikan Formal
Pendidikan yang disengaja , dengan tujuan dan bahan ajar yang tegas dan klasifikasi serta berbadan hukum
Contoh: jenjang pendidikan sekolah (TK, SD, SMP, SMA, PT)
- Pendidikan Non-Formal
Pendidikan yang dilakukan dengan sengaja tetapi tidak memenuhi syarat pendidikan formal
Contoh: kursus menjahit, memasak, bahasa, musik.
Sabtu, 11-Maret-2017
Sejarah Singkat Psikologi Pendidikan
- Framun
"Anak-anak selalu mempunyai rasa ingin tau dan TL tertentu dalam mencari pemecahan (belajar)"
- Plato
Dalam bukunya "Republic"→ anak tidak bisa dipaksakan untuk belajar, mereka menemukan bentuknya sendiri.
- Demacritus
Pentingnya pengaruh lingkungan dan suasana rumah terhadap kepribadian.
- Plato dan Aristoteles
Mengembangkan sistem pendidikan sistem pendidikan bagi kelompok masyarakat yang berbeda-beda.
Aristoteles→Psi. Daya, 3 komponen
a. Kognitif
b. Afektif
c. Konatif
- John Amos Comenicus
-Orang yang pertama yang melakukan penyelidikan terhadap anak
-"Anak adalah individu yang sedang berkembang bukan orang dewasa mini"
- Roussoau
-Mendasarkan ide-ide pendidikan atas dasar prinsip-prinsip perkembangan manusia
-Buku "Emile"→ anak pada dasarnya baik, bila tidak baik dalam perkembangannya disebabkan oleh lingkungannya
Sumbangan Psikologi Pendidikan Terhadap Teori dan Praktek Pendidikan
Seorang pengajar harus mampu mempertanggungjawabkan informasi yang telah disampaikannya serta harus mampu mengetahui karakteristik perkembangan individu anak didik.
1.Mengerti hakekat belajar (proses-proses dan masalah-masalah belajar).
2.Lebih memahami terhadap perbedaan-perbedaan yang dimiliki setiap individu.
3.Mengetahui metode belajar yang efektif.
4.Mengetahui permasalahan anak didik.
5.Memberi dasar bagi pendidik untuk penyusunan kurikulum.
6.Membantu pendidik dalam mengevaluasi hasil belajar.
7.Meningkatkan kemampuan dengan penelitian-penelitian dalam bidang pendidikan.
8.Dapat mengarahkan /mendidik anak-anak luar biasa.
Metode-metode dalam Psikologi Pendidikan
1. Instrospeksi
Melakukan pengamatan ke dalam diri sendiri/self observation yaitu dengan melihat keadaan mental pada waktu tertentu.
2. Observasi
Kegiatan melihat sesuatu di luar diri sehingga yang diperoleh merupakan data overt behavior (perilaku yang tampak).
3. Metode Klinis
Digunakan untuk mengumpulkan data secara lebih rinci mengenai perilaku penyesuaian dan kasus-kasus perilaku menyimpang.
-Studi Kasus Klinis
-Studi Kasus Perkembangan
4. Metode Diferensial
Digunakan untuk meneliti perbedaan-perbedaan individual yang terdapat di antara anak didik.
5. Metode Ilmiah
Merupakan prosedur yang sistematik dalam memecahkan permasalahan dan merupakan suatu pendekatan objektif yang terbuka untuk dikritik,dikonfirmasikan, dimodifikasi atau bahkan mungkin ditolak kebenarannya oleh penelitian berikutnya.
6. Metode Eksperimen
Melakukan pengontrolan secara ketat terhadap faktor-faktor atau variabel-variabel yang diperkirakan dapat mencemari atau mengotori hasil penelitian.
Sabtu, 18-Maret-2017
Sabtu, 18-Maret-2017
INTELEGENSI
1. Sejarah Intelegensi
-Wundt(Jerman), Galton(Inggris), Cattel(AS) ➡ tes untuk anak-anak. Hasilnya:ada perbedaan ketepatan dan kecepatan individu dalam mengerjkan tes.
-Pra 1800-an ➡ tes hanya untuk mengukur satu kemampuan
-1880 ➡ Ebbinghause menemukan berbagai tes memori
-Alfred Binet & Theopile Simon➡membedakan intelegensi anak normal dengan anak lemah pikir
-Tes Binet ➡ direvisi 1916 menjadi Tes Stanford Binet
2. Pengertian Intelegensi
- Terman→ Suatu kemampuan untuk berpikir berdasarkan atas gagasan yang abstrak.
- Binet→ Intelegensi mencakup 4 hal yaitu:pemahaman, hasil penemuan, arahan dan pembahasan.
- Stern→ Kapasitas umum dari individu yang secara sadar dapat menyesuaikan jiwa yang umum dengan masalah dan kondisi hidup baru.
- Throndike→ Daya kekuatan respon yang baik dari sudut pandang kebenaran dan kenyataan. Tiga aspek intelegensi: ketinggian, keluasan dan kecepatan.
3. Teori-teori Intelegensi
Thurstone→ Intelegensi beroperasi pada empat tingkat trial& error yaitu :
- Perilaku nyata (trial& error)
- Perseptual (trial& error)
- Ideational
-Konseptual ® dijadikan acuan bagi pengukuran intelegensi
Kemampuan Konseptual Thurstone:
1.Verbal Comprehention (V)2
2.Number(N)
3. Spatial Relation (S)
4. Word Fluency (W)
5. Memory (M)
6. Reasoning (R)
4. Pengukuran Intelegensi
⚫ KUALITATIF → Perbedaan intelegensi disebabkan karena kualitas individu yang berbeda.
⚫KUANTITATIF → Perbedaan intelegensi disebabkan karena terdapat perbedaan kuantitas individu.