the immortal flower : (II) kalung dan petir hijau
21.08
II
tak terasa waktu telah cepat berlalu, kini taman ini aku yang rawat bersama teman dekat dan juga kekasihku. kami membagi tugas agar taman yang luas ini bisa kami rawat dengan baik dan ternyata selama ini aku baru tersadar bahwa pekerjaan ini sangat berat untuk kakek.
mungkin ini suatu pekerjaan yang melelahkan tetapi menurutku kakek menikmatinya karena ternyata sangat menyenangkan, warna warni di segala tempat di tambah harum bunga yang begitu menyejukan hati membuat rasa lelah ini terbayarkan.
tetapi ,ketika aku merawat bunga angrek, mataku selalu meneteskan air mata, karena di sana terdapat sebuah batu nisan yang baru di samping neneku, dan dia adalah kakeku. dan munculah sebuah niatan untuk terus merawat taman ini agar kakek dan nenek tetap bahagia di alam sana.
dan setelah begitu lama kakek telah tiada, aku begitu heran karena polisi yang tidak bisa memecahkan kasus ini dan menurutku ada yang di tutup-tutupi, karena luka di kepalanya begitu terlihat seperti bekas pukulan benda keras dari pada ia hanya terjatuh dan terbentur batu nisan, dan lagi kakeku memeluk erat nisan neneku dan meninggal dengan keadaan tersenyum. itu membuat suatu anggapan negatif ku meluap-luap. tetapi menurut kekasih dan teman dekatku aku jangan berpikiran yang tidak tidak dan mungkin ini memang sudah waktunya kake untuk pergi, dan mungkin yaa hal itu memang benar terjadi. tetapi aku tak bisa menggangap itu sebagi kasus yang terpecahkan walaupun mereka anggap ini selesai, aku beranggapan bahwa ada orang yang inggin kakeku mati.
tapi siapa??? siapa orang yang rela membunuh seorang kakek penjaga taman ??
hari demi hari kami lalui dengan pekerjaan kami seperti biasa, merawat dan menjual bunga. tetapi ketika sore hari di toko bunga, ada orang yang datang dengan membawa buku tebal sambil antusias menanyakan keberadaan kakeku.
orang itu seperti model kelas dunia, dengan pakaian yang begitu mahal dan juga mencolok. akupun heran dan hendak menyuruhnya untuk mengobrol di ruang tamu.
lalu wanita itu bertanya, sekarang dimanakah kakeku ? dan akupun terdiam beberapa detik lalu akupun bertanya mengapa kau menanyakan kakeku ? ada perlu apa wanita cantik dan kaya sepertimu mencari kakek yang tua itu ?
kemudian wanita itu berusaha untuk aku mendengarkan bahwa nanti bakal ada masalah yang serius yang akan di hadapi kakek bila ia tidak bersembunyi dan sekaligus meyakinkanku bahwa dia berada di pihaku.
dan sekarang yang jadi pertanyaanku adalah mengapa di memihakku dan siapa yang akan kita hadapi? memihak dan berpihak aku sangat heran dengan semua ini dan amarahku meluap luap karena aku tak tau apa yang sebenarnya terjadi dan mengapa ada seseorang yang hendak menginginkan sebuah taman bunga, apa yang mereka inginkan dari tempat itu. sedangkan aku yang cucuknya tidak tau apa apa tentang kakek. lalu air mataku menetes secara tidak sadar.
wanita itu mendekati dan memberikan sebuah kalung bulat yang terukir sebuah bunga dan ia pun pergi meninggalkanku.
kemudian di tengah malam aku memandangi kalung itu, aku melihat sebuah bunga, tetapi aku tak tau bunga apa itu.
selama aku mempelajari bunga dari buku maupun internet, aku sama sekali belum pernah melihat bentuk bunga yang seperti itu.
tiba tiba hujan deras pun turun aku melihat kejendela ada kilatan petir bersambaran, dan tiba tiba kalung yang aku pengan itu berkilau cahaya hijau yang memancar di gambar bunga itu, petir pun menyambar kamar ku hingga aku tak sadarkan diri, dan yang aku ingat sebelum petir itu menyambar, ada sesuatu yang sangat janggal disana, karena petir itu berwarna hijau dan petir itu bukan datang dari atas melainkan datang dari bawah jendela kamarku, tetapi untungnya petir itu meleset dan tidak mengenaiku, walaupun begitu aku tetap merasakan sengatan petir yang hijau itu lalu akupun kehilangan kesadaran ku.
selama aku mempelajari bunga dari buku maupun internet, aku sama sekali belum pernah melihat bentuk bunga yang seperti itu.
tiba tiba hujan deras pun turun aku melihat kejendela ada kilatan petir bersambaran, dan tiba tiba kalung yang aku pengan itu berkilau cahaya hijau yang memancar di gambar bunga itu, petir pun menyambar kamar ku hingga aku tak sadarkan diri, dan yang aku ingat sebelum petir itu menyambar, ada sesuatu yang sangat janggal disana, karena petir itu berwarna hijau dan petir itu bukan datang dari atas melainkan datang dari bawah jendela kamarku, tetapi untungnya petir itu meleset dan tidak mengenaiku, walaupun begitu aku tetap merasakan sengatan petir yang hijau itu lalu akupun kehilangan kesadaran ku.
0 komentar